PPSN se-Sumatera Barat 2018

Kegiatan PPSN (Perkemahan Pramuka Santri Nusantara)  se-Sumatera Barat berlangsung dengan lancar. Hal ini terlihat dari antusias para peserta perkemahan pramuka dari berbagai kabupaten/kota provinsi Sumatera Barat dalam mengikuti berapa rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia PPSN. Kegiatan ini berlangsung 3 hari dimulai dari hari senin sampai rabu pada tanggal 13 -15 agustus 2018 di komplek SMA INS Kayutanam.

PPSN merupakan salah satu dari 3 kegiatan Kemanag RI Sumatera Barat yaitu Pospenas, baca Qira’atul Kutub dan PPSN di Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia Sumatera Barat. Tujuan dari PPSN ini adalah untuk silaturrahmi antar pondok pesantren se-Nusantara. Kegiatan PPSN tingkat provinsi Sumatera Barat merupakan forum silaturrahmi dari berbagai pondok pesantren. Diantara 17 kabupaten/kota Sumatera Barat yang tidak mengikuti kegiatan ini adalah kepulauan Mentawai karena disana belum ada pondok pesantren disana. Kegiatan ini diikuti oleh 272 peserta perkemahan,

Kegiatan PPSN tidak hanya sekedar silaturrahmi tetapi juga diisi dengan berbagai festival. Festival yang berinovasi dan bukan festival yang biasa dilakukan santri pondok pesantren biasanya. Karena suatu hal yang biasa dilakukan santri seperti lomba khutbah, MTQ, baca kitab, hal tersebut bukanlah inovasi tetapi sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka.

Ada 4 macam festival yang diadakan oleh panitia yaitu (1) festival kuliner nusantara yang bahan dasarnya dari ubi karena orang sumatera barat ubi dapat ditemukan dimana saja, (2) festival TTG (Teknologi Tepat Guna), TTG bukan lah prakarya tetapi memanfaatkan bahan bekas dijadikan bernilai guna seperti botol aqua yang biasanya dibuat sebagai pot bunga dalam prakarya tetapi dalam TTG bagaimana botol tersebut dapat dijadikan untuk menangkap lalat atau nyamuk. Sebagai pondok pesantren harus mampu membuat pembaharuan dalam teknologi yang mana pembaruan teknologi tersebut dapat berguna dalam kehidupan sehari. (3) lomba pionering yang merupakan bagian dari pramuka dan (4) membuat drama, santri juga punya imajinasi yang luas yang dikembangkan dengan drama islami atau film dokumenter.

Akhirnya pondok pesantren tidak hanya belajar agama tetapi juga  membuat perubahan dalam berinovasi. Slogan dari pondok pesantren adalah cerdas dan moderant artinya merawat tradisi dan mengawal inovasi karena dalam pondok pensatren dengan memuncul ide-ide yang baru yang tetap dikawal oleh pembina agar ide-idenya tersebut tetap dalam kawasan islami. Hasil seleksi dari kabupaten/kota akan dibawa ke tingkat nasional. Yang nantinya akan diadakan di Kota Jambi pada tanggal 01 -07 oktober 2018 dan PPSN ini sudah berlangsung yang ke-5.

Peserta pramuka perkemahan ini merupakan hasil seleksi dari perkemahan pramuka yang sudah dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota. Masing-masing kabupaten/kota membawa dua sangga yaitu bagian laki dan perempuan untuk tingkat “Ulya” arinya penegak setingkat SMA derajat. “Saya sangat merasa senang berada disini karena langsung menerapkan apliksi ilmu kuliner saya

Yosep Chairul (kasi pondok pesantren kota Pariaman) selaku panitia PPSN 2018, sangat berharap kepada peserta bahwa setelah kegiatan ini  merupakan pelatihan diri sendiri menjadi santri yang tangguh dan tidak canggung dengan situsi zaman sekarang. Diharapkan santri pondok pesantren setelah tamat dari pondok pesantren  akan terlihat para santri menjadi 4 (empat) kriteria yaitu (1) leader, (2) lecture/ustad/ustazah, (3) enteurprenuer dan (4) orang miskin yang do’anya maqbul. Sesuai dengan slogannya “Bersama santri damailah negeri”.

(YV)